"Banyak orang berhenti main bola bukan karena kehilangan cinta pada permainan ini — tapi karena tubuh menuntut ritme yang berbeda. Walking football menjawab itu. Tanpa lari, tanpa kontak keras, tapi taktik tetap jalan, kompetisi tetap nyata, dan tawa di lapangan tetap sama kerasnya.
Persejasi menyatukan klub-klub rintisan ini jadi satu federasi nasional: kompetisi terstandar, wasit bersertifikat, dan komunitas yang saling menjaga."
"40+ — Bukan batas, tapi jaminan bahwa setiap pemain bertanding sesuai kemampuan tubuhnya, bukan melawannya."
"Persejasi lahir dari satu keyakinan sederhana: semangat bertanding tidak pernah pensiun — yang berubah hanyalah cara kita menjalaninya."
"Dulu, lapangan bola terasa seperti milik yang muda saja. Begitu lutut mulai protes dan napas makin cepat habis, banyak yang memilih menonton dari pinggir lapangan — meski hati masih ingin ikut berlari.
Dari situ Persejasi lahir. Bukan sebagai versi 'lebih pelan' dari sepak bola, tapi sebagai cabang olahraga sendiri: walking football. Tanpa lari, tanpa tekel keras, tapi tetap ada operan matang, strategi cerdik, gol yang disambut teriakan, dan persahabatan yang terjalin di setiap pertandingan.
Yang dimulai dari beberapa klub kecil di beberapa kota, kini menjadi jaringan nasional — menghubungkan ribuan orang yang menemukan kembali kegembiraan bermain bola, tanpa harus mengkhawatirkan cedera."
"Ini bukan sepak bola yang 'dikurangi'. Ini sepak bola yang disesuaikan — untuk tubuh yang sudah berpengalaman, bukan untuk tubuh yang menyerah.
Tanpa lari berarti setiap pemain punya waktu lebih untuk membaca permainan. Tanpa kontak keras berarti pertandingan bisa berjalan berjam-jam tanpa rasa takut. Yang tersisa adalah esensi sepak bola itu sendiri: kerja sama tim, ketepatan umpan, dan kepuasan saat bola masuk ke gawang."
Visi:
"Menjadikan sepak bola dapat diakses oleh setiap generasi, di setiap sudut Indonesia."
Misi:
Membangun & membina klub walking football di seluruh Indonesia
Menyelenggarakan kompetisi yang aman, adil, dan terstandar
Mencetak wasit dan pelatih bersertifikat
Menjadikan lapangan sebagai tempat menjaga kesehatan fisik dan sosial di usia 40+
"40+ — bukan sekadar syarat usia, tapi jaminan bahwa setiap pertandingan dirancang sesuai kemampuan tubuh, bukan melawannya."
"Kami percaya, tempat terbaik untuk menua adalah di lapangan hijau, bersama orang-orang yang masih ingin mengejar bola satu putaran lagi.
Kalau kamu juga percaya itu — mari melangkah bersama kami.
"Melangkah bersama, seluruh Indonesia."